Ucapan Dewi Fortuna “Syirik” Waspadalah !

Assalamu’alaikum, semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah yang maha menciptakan kita . Sebelum lebih jauh membaca artikel ini Ane mencantumkan firman Allah dalam Al-Quran suroh Al-israa ayat 36

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا 

Artinya: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”

Semoga kita di tambah dan diberi pengetahuan oleh Allah yang maha pemberi. Sebelumnya kita harus tahu dulu apa itu “dewa/dewi?” dan siapa itu “dewi dortuna?”

Istilah “dewa/dewi” dari situs Wikipedia .

Kata dewa muncul dari agama Hindu, yakni dari kata deva atau daiwa (bahasa Sanskerta), yang berasal dari kata div, yang berarti sinar. Kata dewa dalam bahasa Inggris sama dengan deity, berasal dari bahasa Latin deus. Bahasa Latin dies dan divum, mirip dengan bahasa Sanskerta div dan diu, yang berarti langit, sinar (lihat: Dyaus). Kata deva (sinar, langit) sama sekali tidak ada hubungannya dengan kata devil (iblis, setan).

Dewa (maskulin) dan Dewi (feminin) adalah keberadaan supranatural yang menguasai unsur-unsur alam atau aspek-aspek tertentu dalam kehidupan manusia. Mereka disembah, dianggap suci dan keramat, dan dihormati oleh manusia. Dewa memiliki bermacam-macam wujud, biasanya berwujud manusia atau binatang. Mereka hidup abadi. Mereka memiliki kepribadian masing-masing. Mereka memiliki emosi, kecerdasan, seperti layaknya manusia. Beberapa fenomena alam seperti petir, hujan, banjir, badai, dan sebagainya, termasuk keajaiban adalah ciri khas mereka sebagai pengatur alam. Mereka dapat pula memberi hukuman kepada makhluk yang lebih rendah darinya. Beberapa dewa tidak memiliki kemahakuasaan penuh, sehingga mereka disembah dengan sederhana.

Para makhluk supranatural yang menguasai unsur-unsur alam atau aspek-aspek tertentu dalam kehidupan manusia yang berjenis kelamin pria disebut “Dewa”, sedangkan “Dewi” adalah sebutan untuk yang berjenis kelamin wanita.

Dewi Furtuna masih dalam situs Wikipedia dijelaskan:

Fortuna adalah dewa kesempatan atau keberuntungan Romawi. Dia disamakan dengan Tykhe, dewi keberuntungan Yunani. Fortuna sering digambarkan dalam posisi berdiri di atas sebuah bola, melambangkan bahwa kesempatan, keberuntungan atau takdir itu tidak selalu stabil.

Fortuna awalnya adalah dewi kesuburan, dikenal sebagai Fors Fortuna, dan juga digambarkan membawa kornukopia, melambangkan keblimpahan atau kecukupkan. Fortuna memiliki sebuah kuil di kota Roma yang disebut Fortuna Redux, dibangun oleh kaisar Domitianus untuk merayakan kemenangan atas suku Jerman. Festival untuknya digelar pada 24 Juni.

Mengenal Syirik.

Syirik dari segi bahasa artinya mempersekutukan, secara istilah adalah perbuatan yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.

Firman Allah dalam kitab suci Al-Quran suroh Al-Baqoroh ayat 22

فَلَا تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادً۬ا وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ

Artinya:

“Maka janganlah kamu membuat sekutu untuk Allah padahal kamu mengetahui (bahwa Allah adalah maha Esa)”

Syirik ada beberapa jenis, diantaranya:

  1. Syirik Akbar, Syirik besar dalam artian menyembah kepada sesuatu sebagaimana ia menyembah Allah, menyekutukan Allah dalam kekhususan-Nya (yaitu dalam rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa sifat) yang mengakibatkan batalnya keislaman pelakunya. Seperti meminta-minta ke tempat kramat dan penyembahnya dan pelakunya menyebabkan murtad dan keluar dari Islam.
  2. Syirik Ashgar, Sedangkan syirik asghar adalah menyekutukan Allah dalam kekhususan-Nya akan tetapi konsekuanesi  tidaklah menyebabkan keislaman pelakunya keluar dari Islam akan tetapi berhati-hatilah jaga hati kamu untuk selalu yakin dan percya kepada Allah yang memberi kita nafas.
    Syirik asgar atau Syirik kecil terdiri dari dua: syirik nyata (zhahir) dan syirik samar (khafi). Syirik nyata terjadi dalam kata-kata yang terucap dan perbuatan. Contoh Zhahirnya memakai jimat untuk menghilangkan penyakit atau menolaknya, Contoh Khafinya ingin di puji oleh manusia.

Lantas kenapa “Ucapan Dewi Fortuna “Syirik” 

Diantara kita mungkin pernah mendengar di berbagai media ucapan “dewi fortuna tidak bersama kita” jika tidak beruntung dan jika sedang beruntung menyebut “dewi fortuna sedang bersama kita”. Bagi kita selaku muslim yang tidak tahu perkataan segampang dan sesingkat itu tidak sesingkat hukum ataupun konsekuensinya yang sangat berbahaya bagi kita selaku muslim yang bisa mengakibatkan Syirik perbuatan menyekutukan Allah yang menciptkan kita.

Dimanakah letak ucapan kesyirikannya itu?

Ucapan “dewi fortuna tidak bersama kita” jika tidak beruntung dan jika sedang beruntung menyebut “dewi fortuna sedang bersama kita” kalimat seperti itu menyandarkan yang memberikan keberuntungan bukan kepada Allah yang maha pemurah tetapi di sandarkan kepada  ”Dewi Furtuna”.

Selaku muslim harus tahu bahwa semua semua yang menganggap kebaikan, keberuntungan, kemudhartan bukan datang selain dari Allah maka hal itu menyekutan Allah.

Allah yang maha esa berfirman dalam kitab suci Al-Quran surahYunus: ayat 107 

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Artinya: ”Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Allah memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Allah Yang maha Pengampun lagi maha penyayang.

Ayat lain dalam kitab suci Al-quran suroh Al-Nahl ayat 83

يَعْرِفُونَ نِعْمَةَ اللَّهِ ثُمَّ يُنْكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ

Artinya: ”Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir. “

Jadi  jelas ucapan “dewi fortuna tidak bersama kita” ,  ”dewi fortuna sedang bersama kita” adalah ucapan yang menyandarkan keberuntungan dan kemudharatan pada selain Allah dal hal itu adalah Syirik bagi kita ummat Muslim.

Hanya sekedar berkata/bercanda tanpa yakin?

Jika kita tahu dalam Islam semua perkataan dan perbutan sudah ada aturannya. Yang menyebabkan Syirik bukan hanya tingkah laku ataupun perbuatan tetapi dalam lisan atau ucapan bisa menjadi syirik. Harus kita ketahui juga ucapan itu sebagian dari iman, dalam pengertian iman itu sendiri.

Perlu diketahui bahwa Iman adalah ucapan dengan lisan, ucapan dengan hati, amalan dengan hati dan amalan dengan anggota badan. “Membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan”

Kiranya hanya itu, masih banyak kekurangan dalam artikel ini. Jika ada kesalahan mohon dikoreksi. Semoga iman dan ketaqwaan kita kepada Allah selalu bertambah untuk senantiasa beribadah dan melakukan Amal baik karena Allah satu satunya tuhan yang pantas di sembah.


Sudah dilihat (2840) kali Oleh Pembaca

Semoga Bermanfaat !!!

Silakan tambahkan atau edit di pengaturan widgets blog Anda, rekomendasi banner (728 x 90)